“Pilihlah tujuan yang paling mulia, bukan tujuan yang paling indah. Karena sebuah kemuliaan akan diikuti oleh kemuliaan lainnya “

Sudahkah Anda memiliki tujuan hidup ? Mereka yang berhasil mencapai keunggulan adalah yang memiliki tujuan mulia dan berharga dalam hidupnya. Anda perhatikan permainan sepak bola. Goal (masuknya bola ke gawang), dalam permainan itu, merupakan satu hal yang sangat penting, Karena itu, seluruh permainan berupaya mewujudkan tujuan tersebut.Inilah yang dapat kita tangkap dari dunia olah raga. Lalu bagaimana dengan segala bidang yang ada dalam kehidupan kita ?Jadi, untuk meraih keunggulan, kita harus menentukan tujuan hidup kita. Tujuan yang paling mendasar adalah yang dapat membantu kita meraih tujuan akhir yang paling besar dan paling sempurna, yaitu meraih ridha Allah dan mendapatkan Surga-NYA. Inilah tujuan akhir yang bersifat umum dalam kehidupan setiap muslim.Selain tujuah akhir tersebut, kita harus memiliki sejumlah tujuan kecil yang bermuara kesana. Sehingga, dengan itu kita bisa meraih kesuksesan dan kemajuan yang akan membuat kita senang dan puas.
Ketika anda menanyakan kepada sebagian orang tentang tujuan hidupnya, jawabannya seringkali bersifat umum. Sehingga karena keumumannya, terkadang Anda tidak memahaminya. Bahkan mereka sendiri juga tidak dapat memahaminya. Tapi anehnya, mereka tidak berupaya menciptakan segala sarana atau tujuan kecil yang dapat membantunya untuk meraih tujuan besar tersebut.
Suatu kali, saya duduk dengan seorang pemuda yang usianya tidak lebih dari 20 tahun. Saya tanyakan kepadanya tentang tujuang hidup yang ingin diraihnya. Jawaban yang dilontarkannya sangatlah sederhana. Pemuda ini hanya menginginkan sebuah mobil, jabatan (pekerjaan) dan seorang istri yang cantik, sebagai tujuan hidupnya !!!
Saya pun berkata, “Sebenarnya kamu telah keluar dari ‘jalur’ keunggulan, dan mengikuti jejak orang-orang yang lebih mementingkan kepuasan diri dan fisik semata.”
Dia bertanya, “Mengapa bisa demikian…?”
Saya berkata, Tahukah kamu, untuk apa kamu diciptakan? Tidakkah kita mengetahui hal itu ?”
Dia menjawab, “Untuk beribadah kepada Allah. Dalilnya,
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan munusia, melainkan agar menyembah-KU (QS. Adz-Dzariyat[51]: 56)
Saya berkata, “Lalu, apakah tiga hal yang kamu sebutkan tadi merupakan sarana yang akan kamu gunakan untuk meraih tujuan tersebut?” Dia menjawab, “Tidak. Aku menginginkan sebuat mobil, agar aku lebih bebas untuk pergi ke mana saja. Aku menginginkan pekerjaan, agar aku dapat membiayai hidupku sendiri dan dapat membeli apa yang aku inginkan. Dan aku menginginkan seorang istri yang cantik, karena pada umumnya lelaki akan menikah dengan seorang wanita yang cantik. Hanya itu saja tujuanku, tidak ada yang lain.”
Saya pun berkata kepadanya, “Pelajarilah kembali tujuan-tujuanmu itu dan sesuaikanlah dengan sebab utama dari penciptaan dirimu. Lalu, jadikanlah tujuanmu tersebut sebagai sarana untuk meraih tujuan utama penciptaamu. Jika kamu lakukan itu, kamu akan menjadi manusia unggul.”

Ketahuilah, bahwa kesalahan di awal, menjadi sebab kegagalah kita meraih tujuan akhir hidup kita. Upaya untuk meraih keunggulan hanya bisa di raih dengan membangun tujuan dan saran tertentu menuju ke sana. Seseorang yang di hidup di alam mimpi tidak akan pernah meraih kesuksesan, selama dia tidak mau bangun guna menyalakan lilin “semangat” ditengah alam yang gelap ini.
Pilihlah tujuan yang paling mulia, bukan tujuan yang paling indah. Karena sebuah kemuliaan akan diikuti oleh kemuliaan lainnya. Sebaliknya, suatu keindahan (kenikmatan) biasanya akan diikuti oleh kesedihan atau akhir yang tidak baik.
(Dikutip dari buku : Menjadi manusia unggul karangan : Muhammad bin Sarrar Al-Yami)




















